HARVEST INTERNATIONAL | Hicfx.com | Index
47
single,single-post,postid-47,single-format-standard,qode-core-1.0,ajax_updown,page_not_loaded,,pitch-ver-1.1, vertical_menu_with_scroll,smooth_scroll,grid_1300,blog_installed,wpb-js-composer js-comp-ver-4.8.0.1,vc_responsive

Index

Stock Index Futures

Di bursa berjangka secara garis besar dikenal dua macam kontrak yang menjadi subjek transaksi. Keduanya adalah kontrak finansial dan komoditas primer atau soft commodity. Kita sudah membahas jenis kontrak komoditas primer dengan singkat pada artikel sebelumnya. Sedangkan pada kontrak finansial yang paling dikenal adalah kontrak valuta asing (Valas) atau disebut juga foreign exchange (forex) dan stock index futuresalias indeks harga saham.

Stock Index Futures adalah suatu index yang terdiri atas kumpulan saham pilihan yang dicatatkan di sebuah bursa. Stock index dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar (Market Capitalization) atau Price Weighted. Indeks saham dianggap sebagai indikator dari kesehatan perekonomian suatu negara secara umum.

Ada beberapa stock index yang terkenal. Di bursa Amerika, orang mengenal indeks Dow Jones dan indeks Nasdaq. Sedangkan di bursa Asia, ada Indeks Nikkei untuk bursa efek Jepang, Indeks Hang Seng di Hong Kong, dan Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memiliki indeks; yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks 45 saham yang likuid ditransaksikan atau dikenal sebagai LQ45, danJakarta Islamic Index. Pada umumnya bursa di tiap-tiap negara memiliki indeks saham sendiri.

Para pemain di pasar melihat pergerakan indeks juga bisa menjadi objek transaksi yang menarik. Kontrak berjangka yang berbasis indeks memungkinkan seorang investor/trader melakukan aktivitas transaksi berupa membeli atau menjual suatu ukuran kontrak yang tetap (fixed)  dari indeks tertentu pada harga sekarang untuk tanggal penyelesaian yang akan datang.

Itulah sebabnya dikenal index trading investment atau investasi/trading dengan memanfatkan Stock Indexdalam bentuk kontrak investasi. Berbeda dengan ketiga indeks lainnya di Asia (Japan, Hong Kong, dan Korea), ketiga macam indeks di BEI belum popular djadikan sebagai objek transaksi.

 

Indeks Saham Jepang 

Indeks saham Jepang adalah harga rata-rata dari saham utama yang tercatat pada bursa utama Tokyo Stock Exchange. Para investor meyakini indeks saham Jepang merupakan indikator yang paling baik untuk menunjukkan pergerakan harga saham di Tokyo Stock Exchange.

 

Indeks Saham Hong Kong

Indeks saham Hong Kong mengalami perkembangan yang sangat pesat. Indeks di bursa saham Hongkong ini adalah harga rata-rata dari berbagai sektor industri yang berasal dari pasar saham Hong Kong. Indeks saham Hong Kong sangat terkenal dengan pergerakan harganya yang cepat dan memiliki respon yang tinggi terhadap rumor-rumor pasar yang sedang terjadi. Idiom ‘market moves by rumour’ sangat cocok dilekatkan pada indeks saham Hong Kong.

 

Indeks Saham Korea

Indeks saham Korea merupakan gabungan saham yang tercatat pada bursa saham di Korea Selatan. Sebagaimana halnya indeks saham negara lain, Negara-negara ’emerging market’ dikenal dengan pertumbuhannya yang tinggi karena potensi kinerjanya masih bisa tumbuh besar.

Korea Index Futures mempunyai spesifikasi kontrak yang hampir mirip dengan Japan Index Futures. Meski demikian, karakter pergerakannya lebih condong mirip dengan Indeks Saham Hong Kong. Hal ini mungkin disebabkan adanya kesamaan  metode perhitungan indeks yang menggunakan bobot kapitalisasi pasar.